Selasa, 27 Desember 2011

Perkembangan Sosial Anak Usia SD/MI


ian Perkembangan Sosial
Syamsul Yusuf (2007)  menyatakan bahwa Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi ; meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerja sama.[1]
Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam artian belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang dilingkungannya.
Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain telah dirsakan sejak usia enam bulan, disaat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya. Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang. Sunarto dan Hartono (1999) menyatakan bahwa  : Hubungan sosial (sosialisasi) merupakan hubungan antar manusia yang saling membutuhkan. Hubungan sosial mulai dari tingkat sederhana dan terbatas, yang didasari oleh kebutuhan yang sederhana. Semakin dewasa dan bertambah umur, kebutuhan manusia menjadi kompleks dan dengan demikian tingkat hubungan sosial juga berkembang amat kompleks.
 Dari kutipan diatas dapat dimengerti bahwa semakin bertambah usia anak maka semakin kompleks  perkembangan sosialnya, dalam arti mereka semakin membutuhkan orang lain. Tidak dipungkiri lagi bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan mampu hidup sendiri, mereka butuh interaksi dengan manusia lainnya, interaksi sosial merupakan kebutuhan kodrati yang dimiliki oleh manusia.

Dampak Negatif dan Positif Sosial Media "facebook"



Sosial media, saat ini semakin berkembang pesat, seperti facebook, twitter dll.. dan diantara semuanya yang paling mendapat antusias besar adalah facebook. Selain sebagai media social pertemanan, facebook juga kerap kali di gunakan sebagai media iklan pemasaran barang, media jual beli secara online.. di karenakan penggunaannya yang begitu luas dari berbagai kalangan, mudah di akses, dan friendly tentunya. Hal tersebut Memberikan gagasan terhadap pengusaha online untuk memasarkan barang dagangan mereka di facebook. Tentu dengan berbagai cara, bagi mereka yang punya cukup modal advertising, biasanya memasang iklan bebayar yang akan tampil di sidebar facebook. Dan bagi mereka yang tidak ingin mengeluarkan biaya iklan, bisa melakukan pemasaran dengan cara tag foto produk terhadap setiap teman yang tergabung di facebook. Tentu dengan cara seperti ini, notifkasi akan tercantum, sehingga ketika membuka facebook, seseorang akan langsung tertuju pada foto tersebut dan langsung melihat produk yang di tawarkan, terkadang cara ini cukup ampuh namun, seringkali cara ini, mengganggu privacy pengguna facebook.
penggunaan sosial media untuk dunia bisnis, tentunya melahirkan dampak negatif dan positifnya, dampak negatifnya adalah banyaknya penjual nakal yang menjual produk tidak sesuai dengan barang yang di tawarkan, atau tidak sesuai dengan foto yang ada di facebook. Dan yang lebih parah lagi adalah penipu yang mengaku menjual barang, namun setelah di transfer , barang tidak di kirim. Tentu kedua hal ini akan memperburuk citra bisnis online. Sehingga membuat pelanggan kapok untuk melakukan jual beli secara online.
Dampak positifnya, adalah meningkatkan rasio penjualan secara online, karena informasi yang cepat dan tepat, memancing banyak konsumen, dan tentu ada dampak baiknya juga untuk perekonomian, atau minimalnya dengan banyakanya pedagang online dari berbagai jenis padagang yang memperkenalkan produknya, membuat kita lebih tahu mengenai informasi harga. Membuat wawasan kita lebih luas mengenai produk-produk terbaru. Entah itu gadget, atau yang lainnya.
Selain dari sisi bisnis dampak positif dan negatif juga terlihat dari sisi sosial. Dari sisi sosial tentu saja dampak positifnya membuat hubungan seseorang antara yang satu dengan yang lainnya lebih terjalin dengan baik, meskipun jarak jauh membentang, tapi kita bisa mengetahui bagaimana kehidupan kawan kita tersebut, dari update statusnya, dari foto-foto yang di upload, dan dari percakapan kita melalui wall ataupun chat. Dan sisi negatifnya, adalah anak muda yang terkadang terlalu menjadikan sosial media sebagai teman sepanjang hari, di tambah dengan akses internet unlimited yang semakin murah membuat seseorang tidak ragu untuk menggunakan internet unlimited. Seakan handphone yang di pegang adalah teman satu-satunya, hal tersebut tentu akan mengganggu produktivitas seseorang, karena waktunya hanya di habiskan untuk bercakap-cakap dan melihat aktifitas teman-teman onlinenya.

Perkembangan Keterampilan Sosial Anak

Anak yang pintar secara interpersonal tak lepas dari kemampuannya membangun hubungan sosial dengan orang lain. Proses ini berlangsung secara bertahap, sejak si kecil mulai berinteraksi dengan lingkungannya.
Mula-mula, mulai anak belajar bagaimana supaya ia dapat diterima dalam suatu kelompok. “Sebab setiap kelompok punya standar bagi anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima. Agar dapat diterima di kelompok itu, anak tak hanya mesti tahu aturan-aturan kelompok tersebut, namun mungkin ia perlu menyesuaikan perilakunya,” kata Elizabeth Hurlock dalam bukunya, Child Development.
Setelah anak bisa melewati tahap ini, maka anak dapat melakukan atau mengikuti pola yang biasa dilakukan kelompok itu. Misalnya, apakah ia menjadi seorang murid di sekolah, menjadi seorang anak di rumah, atau menjadi anggota di sebuah kelompok belajar atau bisa apa saja, ataupun anggota lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Tahap terakhir, agar ia dipandang ‘baik’ oleh kelompok itu, ia juga mesti berinteraksi dan berperan aktif, sesuai aturan yang ditetapkan dalam kelompok yang diikutinya. Misalnya, anak mau melakukan aktivitas bersama-sama, sensitif terhadap perasaan anak lain, bisa menengahi konflik, berkompromi, dan sebagainya. Jika anak bisa melakukan fungsi-fungsi ini dengan baik, ia dipandang telah berhasil dalam kehidupan sosialnya.
Berkembangnya Kepribadian